Laporkan Penyalahgunaan

Arsip

Translate

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Mercusuar Cikoneng dan Titik Kilometer Nol Jalan Raya Pantura Pulau Jawa

45 komentar

Tahukah kamu di mana letak titik kilometer nol yang menandai awal dari jalan raya Pantura Pulau Jawa? Kali ini saya mau cerita tentang pesiar saya ke titik kilometer nol dan masuk ke mercusuar Cikoneng disana.

Mercusuar Cikoneng Banten Titik Nol
Mercusuar Cikoneng Anyer


Anyar atau Anyer adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Sebagai daerah pesisir di Anyer tidak hanya terdapat tempat tempat wisata alam pantai yang indah. Di sini juga ada  tempat wisata sejarah yang membuat kita penasaran dan ingin tahu lebih jauh. Salah satunya adalah bangunan mercusuar. 

Orang-orang Anyer menyebut bangunan bersejarah itu dengan nama mercusar Cikoneng. Menjulang dengan megah, bangunan mercusuar ini biasanya digunakan untuk membantu navigasi kapal di laut.

Meskipun lahir sebagai anak pantai, baru kali ini saya melihat langsung sebuah mercusuar dari dekat. Tinggi bangunan ini mencapai 75,5 meter. Dinding bangunan terbuat dari baja setebal sekitar tiga sentimeter. Saat saya kesana, saya perhatikan dindingnya tampak putih bersih, seperti dicat secara rutin.

Di bagian belakang bangunan tertera tulisan

 

VERVAARDIGO DOOR DE FIRMA

 

L.I.E.N.T.H.O.V.E.N & c.o

 

's CRAVENHAGE

 

HOLLAND

 

1885

 

Tulisan tersebut menerangkan nama perusahaan yang membangun mercusuar ini, yaitu L.I.E.N.T.H.O.V.E.N & c.o.

Di bagian tengah mercusuar terdapat bangunan kecil yang menjulang ke atas. Ini adalah sumbu atau penyangga dari mercusuar. Untuk mencapai puncak tertinggi mercusuar, pengunjung harus naik tangga manual 286 anak tangga dari 18 lantai. Waktu itu kami diberitahu bahwa bagian dalam selalu dibersihkan agar tidak licin.

Pemandangan dari jendela Mercusuar Cikoneng
Pemandangan dari dalam Mercusuar Cikoneng


Menara suar ini diyakini sebagai titik nol atau titik awal dari pembangunan jalan Anyer-Panarukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels. Pada pintu masuk mercusuar terdapat tulisan bahwa mercusuar ini dibangun pada tahun 1885.

Menurut penuturan penjaga mercusuar, pada awalnya mercusuar ini dibangun di tahun 1806, sementara proyek jalan Anyer-Panarukan baru dijalankan tahun 1825.

Saat gunung krakatau meletus pada tahun 1883, mercusuar ini hancur, hanya menyisakan pondasinya saja. Dan, baru dua tahun kemudian, yaitu tahun 1885, di bawah pemerintahan Z.M Willem III mercusuar ini kembali dibangun.

Ini terlihat pada tulisan di atas pintu masuk, yaitu:

 

Onder De Regeering Van

 

Z.M. Willem III

 

Koning Der Nederlanden

 

.N.Z C.N.Z C.N.Z

 

OPGERICHT VOOR VAST LICHT 21 GROOTTE.

 

VER VERVANGING VAN DEN STEENEN LICHTTOREN

 

IN 1883 BV DE RAMP VAN KRAKATAU VERNIELD

 

1885

 

 

Bangunan mercusuar yang berdiri saat ini adalah bangunan baru. Dan lokasinya berbeda dengan bangunan awal. Mercusuar yang saat ini dibangun 500 meter lebih ke daratan, sementara untuk pondasi mercusuar lama saat ini dijadikan sebagai tugu nol kilometer.

Ternyata di sinilah titik nol dinyatakan pertama kali, untuk menandai pembangunan jalan raya Pantura dari Anyer Banten hingga Penarukan Jawa Timur. Membentang sepanjang sekitar seribu kilometer dan dikenal dengan nama jalan raya pos Daendels. Disebut demikian karena dibangun pada zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels sekitar tahun 1808.

Nama Daendels sendiri sangat popular dalam sejarah membangun infrastruktur jalan di Pulau Jawa dengan sistem kerja kerja paksa atau rodi. Dia menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36 yang memerintah dari tahun 1808 sampai 1811.

Selama kepemimpinannya, Daendels melakukan berbagai pembangunan. Dimulai pembuatan jalan rute Batavia sampai Banten pada tahun 1808 sampai 1809. Selanjutnya, Daendels memerintahkan pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan sejauh seribu kilometer pada tahun 1809 hingga 1810.

Untuk mengenang peristiwa tersebut pada 2014 lalu pemerintah Indonesia membangun sebuah tugu sebagai penanda titik nol kilometer pembangunan jalan Anyer Panarukan di bekas pondasi Mercusuar Cikoneng lama yang hancur akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

Tugu Titik Nol Anyer.Awal Jalan Raya Pantura Jawa
Tugu Titik Nol Anyer


Nah namanya saja mercusuar, tentu letaknya sangat dekat dengan pantai. Pelataran di sekitar mercusuar Cikoneng cukup luas, bisa untuk duduk-duduk menikmati pantai, atau bersepeda.  Saat saya kesana, di pantai di depan mercusuar cukup indah, apalagai saat senja. Ada semacam dermaga menjorok ke laut untuk kita menikmati pantai dari sudut yang sedikit berbeda.

Di dekat kawasan masuk mercusuar juga ada beberapa kedai penjual makanan di pinggir pantai, dimana kita bisa membeli kelapa muda, juga makanan atau gorengan dan snack. Kamar mandi atau toilet terletak di dekat kedai- kedai ini.

Demikian cerita saya jalan-jalan ke mercusuar Cikoneng yang terletak di  Anyer, kecamatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten dan tugu kilometer nol yang menandai awal dari jalan raya Pantura Pulau Jawa. Apakah kalian sudah pernah pergi ke tempat ini? Apa kesan kalian saat kesana? Tahukah kalian kalau di dekat mercusuar ada bekas Stasiun Anyer Kidul? Ceritakan yuk di kolom komentar.

Pesiarsiar
Yumi, tukang pesiar yang suka menulis, membaca, menonton film dan bikin video. Potterhead garis keras. Alumni kampus biru Yogyakarta. Sekarang tinggal di Jakarta. Kemana-mana kalau bisa lebih pilih naik kereta. Suka warna senja.

Related Posts

45 komentar

  1. Setiap pulang kampung (Bekasi - Cirebon) pasti lewat pantura, tapi sayang, belum pernah ke titik nol km nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah coba kalau bisa mampir dan naik ke mercusuar, asik loh

      Hapus
    2. Makasih infonya Mbak...masuk wishlist kalau ke pantai mst mampir ke mercu suar ;)

      Hapus
  2. Makasih kak infony..jadi pengen kesana

    BalasHapus
  3. walau belum pernah ke sana, mungkin suatu saat ini bisa jadi referensi wisata. semoga bisa segera ke sana. mamak perlu piknik. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betulll, mamak perlu piknik biar semua bahagia hehe

      Hapus
  4. Wiih asik kalo aku ke Anyer bisa ah minta temani sama kakak anak pantai :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, ayuklah, tapi harus tetap ingat prokes

      Hapus
  5. Seneng ya kak bisa wisata sejarah. Memang penting juga mengetahui sejarah asal usul suatu daerah suatu kota.

    BalasHapus
  6. Eh jalur pantura udah full sepanjang pulau Jawa belum ya? Kalau JLS kan udah pintar provinsi full sepulau Jawa nih

    BalasHapus
  7. Jadi pengen banget ke sana, soalnya zaman SD nama anyer sering muncul di pelajaran IPS bagian sejarah

    BalasHapus

  8. Belum pernah kesana sih kak, menarik juga tempat wisata yg ada sejarahnya

    BalasHapus
  9. Bagus banget ya pemandangan dari atas mercusuar ini. Tapi ingat anak tangganya 200 lebih gitu aku kayak mundur teratur kak. Aku bisa pingsan sebelum nyampe atas haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelan-pelan aja naiknya. Kalau aku bukan anak tangganya yang bikin keder tapi tingginya itu mbak.

      Hapus
  10. Saya belum pernah sih, Kak ke tempat ini. Tapi membayangkan mercusuar membawa ingatan saya pada salah satu adegan di drama korea. Mercusuar sebagai tempat melepas keluh kesah, tempat pertemuan dan perpisahan. Sepertinya ada kekuatan tersendiri yang disimpan menara raksasa itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di film Holywood juga mercusuar banyak jadi lokasi syuting ya mbak, salah satunya film yang film romantis aktornya Ashton Kucher.

      Hapus
  11. Keren banget! Jadi pengen jalan-jalan kesana. Mudah-mudahan ada rezeki waktu dan langkah. Semua postingan mba bikin pengen jalan-jalan. Kereennn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mercusuarnya asyik! Aamiin, semoga doanya terkabul ya kak. Mudah-mudahan juga pandemi cepat selesai biar bebas pesiar lagi. Thank you udah mampir sini kak.

      Hapus
  12. Menarik banget Mba.. ngliat foto dan deskripsinya, jadi pengen ke sana..
    Salam dari sesama anak pantura, saya dari Indramayu Mba.. 🥰

    BalasHapus
  13. Baca ini jadi serasa dibawa liburan ke Anyer :D

    BalasHapus
  14. wah kemarin ibu dan adikku baru saja ziarah dan mampir ke titik nol ini, aku yang belum pernahke sana dan hanya dapat info saja membaca ini jadi ngerti ttg titik nol

    BalasHapus
  15. Belum pernah kalo kesini mba. Satu2nya mercusuar yg pernah aku liat dr deket, pas ke pulau lengkuas Belitung, ada mercusuar juga di sana. Selalu suka kalo diizinkan naik ke atas, dan melihat view sampe jauh dr atas nya ❤️.

    Nanti kapan2 kalo ke Anyer, aku sekalian mampir ke mercusuar ini. Udah lama banget umurnya yaaaa, tapi masih kokoh. Bukti kalo pembangunan di zaman dulu itu memang ga ngasal, jadi banyak bangunan lama yg sampe skr aja msh kuat.

    BalasHapus
  16. Jadi ingat kota Sabang yang juga ada kilometer nol nya. Terimakasih infonya Mbak

    BalasHapus
  17. Jadi tambah pengetahuan tentang mercusuar nih, terima kasih infornya kaak

    BalasHapus
  18. Anyer Panarukan.. sejarah banget ya ka. Ini bisa jadi destinasi karya wisata untuk siswa sekolah ya.. kalau sama pantai tempat wisatanya, mercusuar ini jauh ngga ka?

    BalasHapus
  19. Baca ini jadi pengen menyambangi langsung lokasinya ^^

    BalasHapus
  20. wah jadi ingin maen kesana ini kak, menikmati pemandangan pantai di sore hari sambil minum air kelapa muda....asyik bet dahhh

    BalasHapus
  21. aku jadi berasa jalan jalan ke sana, informasinya detail banget. makasih mom

    BalasHapus
  22. Jadi ingin liat mercusuar langsung. Enak ya kayanya sambil menikmati teh hangat senja.

    BalasHapus
  23. Baca tulisan ini jadi tau, tanda pembangunan jalan raya Pantura dari Anyer Banten hingga Penarukan Jawa Timur. Berasa diajak jalan-jalan virtual sekaligus belajar sejarah.

    BalasHapus
  24. Dari waktu itu pengen kesini tapi belum kesempatan aja... Semoga taun depan ya bisa ksini 😊

    BalasHapus
  25. Wah, sebagai seorang yang suka jalan-jalan ke tempat bersejarah, mercusuar ini wajib masuk list nih. Makasih infonya kak :)

    BalasHapus
  26. Ternyata Anyer itu ada di Serang Banten, jadi tau deh..selama ini tahu mercusuar itu hanya di cuplikan film tanpa tahu lokasinya dimana.
    Berarti bersejarah ya

    BalasHapus
  27. pingin juga kapan-kapan jalan ke sana ah mba.... sekaligus wisata sejarah ngajak anak-anak seru juga ya.... anak-anakku besar di kota jadi belum pernah lihat mercusuar asli paling cuma lihat di gambar hihihihihi

    BalasHapus
  28. asyik juga kalau kapan-kapan bisa kesana, walau dengar kata mercusuar tuh agak2 horor ya xixixi

    BalasHapus
  29. Saya baru tahu loh kalau ini ada hubungannya dengan penjajahan hindia belanda, ada nilai sejarah.y ternyata

    BalasHapus
  30. Jadi pengen ke sana hehe.. Terima kasih mbak informasi lengkapnya 👍😊

    BalasHapus
  31. Wahhh pemandangannya luar biasa nih, sebuah destinasi yang wajib banget dikunjungin.. Eh btw teks-teks yang mengandung link di blog ini pada hilang semua, apa karena berwarna putih ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, iya judul kalau disorot juga tulisannya hilang, kenapa ya. Aku cek deh. Makasih infonya kak.

      Hapus
  32. Ternyata tinggi banget ya sampe 75,5m, ini kalo naik keatas dengan 286 anak tangga, pasti bakalan pegel sampe atas, haha...

    BalasHapus

Posting Komentar